POST

Entri yang Diunggulkan

Zona Jomblo:Jomblo Dalam Islam

Thursday, 6 October 2016

Zona Jomblo:20 Manfaat Jomblo




Jaman sekarang banyak orang yang memandang jomblo sebelah mata. Mereka mengira status jomblo akan mendekatkan mereka pada penderitaan. Misalnya kesepian, kurang kasih sayang, butuh pelukan, gak ada yang ngingetin makan, dan lain sebagainya. Seolah-olah menjadi jomblo itu salah banget. Padahal asal kalian tau aja, itu semua… betul!
Iya, itu semua betul kalau kalian hanya memandang dari sisi negatif. Dan biasanya orang yang selalu memandang hal hanya dari sisi negatif hidupnya bakal senantiasa menderita. Karena yang dilihat cuma kejelekan-kejelekan aja. Rugi banget, kan?
Makanya mulai sekarang biasakan berpikir positif pada segala hal, termasuk pada cara memandang jomblo. Berikut ini adalah 20 manfaat jomblo yang mungkin belum kalian sadari sepenuhnya. Dan dijamin kalau kalian bisa meresapi semua manfaat ini, bahagia itu gak butuh pacar.
1. Punya banyak waktu untuk mengurus diri sendiri
Ini saatnya menata kembali pola hidup yang mungkin sempat berantakan ketika segala sesuatunya selalu disesuaikan dengan urusan si pacar.
2. Punya banyak waktu untuk melakukan hobi
Hobi-hobi yang dulu sempat ditinggalkan karena alasan ‘gak ada waktu’ kini bisa dimulai kembali, karena ada ‘satu waktu’ yang telah pergi.
3. Bebas bergaul dengan teman cowok atau cewek
Gak jarang orang yang punya pacar pergaulannya jadi terbatas, gak boleh dekat sama si ini lah, itu lah, dan lain sebagainya. Maka jomblo adalah saat yang tepat untuk memperluas pergaulan kembali. Tapi hati-hati salah gaul.
4. Mengurangi stres
Menjadi jomblo berarti membuat kita kehilangan satu lawan debat. Perdebatan yang sering menimbulkan masalah yang ujung-ujungnya bikin stres kini gak perlu dirasakan lagi.
5. Jauh dari sakit hati
Jomblo itu senantiasa jauh dari cemburu, makan hati, atau perlakuan tidak menyenangkan dari pacar.
6. Gak perlu takut diputusin
Ngapain takut diputusin, punya pacar juga enggak..
7. Gak perlu takut diselingkuhin
Ya kali jomblo diselingkuhin?
8. Gak perlu wajib lapor lagi di mana, sama siapa, ngapain aja
Banyak pacar posesif yang selalu mau tau kegiatan pacarnya, maka terbebas dari segala laporan itu adalah cita-cita semua mahluk yang terkekang. Haha…
9. Bisa lebih hemat karena pengeluaran berkurang
Enaknya jadi jomblo itu gak perlu keluar biaya untuk beli kado pacar, martabak buat dibawa ke rumah pacar, ngedate, pulsa internet, dan masih banyak lagi. Jadi uangnya bisa dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat. Membangun jembatan lintas pulau misalnya.
10. Bisa lebih banyak berbagi waktu dengan keluarga
Ngaku deh, pasti banyak dari kalian yang gara-gara deket sama pacar jadi jauh sama keluarga sendiri. Ada waktu luang sedikit dipakai buat quality-time sama pacar, sedangkan quality-time sama keluarga dilupakan.
11. Bisa lebih fokus pada karir atau pendidikan yang sedang dijalani
Ini penting banget! Jomblo adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas diri supaya kelak kita mendapat pasangan yang juga berkualitas.
12. Bebas menjadi diri sendiri
Kita semua pasti tau ada aja pacar yang menuntut perubahan ini-itu pada pasangannya. Dia mencoba mengubah pacarnya menjadi seperti yang dia mau. Tanpa peduli perasaan pacarnya tersebut, nyaman atau enggak.
13. Berkurangnya kesempatan menyakiti hati orang lain
Dengan menjadi jomblo otomatis kita gak bisa menyakiti hati pacar, karena emang gak punya. Dosa kita berkurang. Gak akan mendapat karma. Yeay!
14. Menjadi lebih mandiri
Banyak orang yang hidupnya bergantung sama pacarnya, alias kalau ke mana-mana harus ditemani, menentukan keputusan harus dirundingkan berdua, dan masih banyak ketergantungan lainnya. Itulah sebabnya jomblo akan membuat kita menjadi lebih mandiri.
15. Bebas dari drama-drama gak penting
Kita semua pasti setuju kalau yang namanya drama itu menyebalkan. Hal-hal kecil dibesar-besarkan. Urusan gak penting selalu diperdebatkan. Dan jomblo adalah jalan keluar dari itu semua.
16. Gak perlu lagi bertanggung jawab pada diri orang lain
Merasa gak sih ketika punya pacar kita seolah-olah memiliki tanggung jawab pada pacar kita itu? Kita harus menjaganya, memperhatikannya, dan menafkahinya selalu ada untuknya. Bila itu semua gak terpenuhi, maka muncul perasaan bersalah atau disalahkan.
17. Bisa berkarya lebih leluasa 
Mungkin pacar pernah menjadi halangan kita dalam berkarya. Misalnya dalam hal menulis, kita gak bisa menceritakan masa-masa indah bersama mantan karena harus menjaga perasaan si pacar. Ruang gerak kita menjadi terbatas. Maka jomblo adalah jalan untuk menerobos batasan-batasan tersebut.
18. Menjadi lebih peduli pada kesehatan dan penampilan
Sering kita mengabaikan kesehatan dan penampilan karena berpikir telah memiliki seseorang yang menerima kita apa adanya. Padahal meremehkan hal-hal tersebut akan memberi kita dampak yang enggak baik.
19. Belajar bersabar dan ikhlas
Pasti kita sering mendengar kutipan ‘orang sabar disayang Tuhan’ atau ‘sabar itu buahnya manis’. Nah, kalau begitu nikmati saja masa-masa kesendirianmu, sambil berdoa supaya yang pergi digantikan dengan yang lebih baik.
20. Jauh dari maksiat
Pacaran memang tidak selalu membuat kita bermaksiat, namun sebagian besar maksiat bermula dari pacaran. Maka menjadi jomblo membuat kita memiliki jarak yang cukup jauh dari maksiat tersebut.
Nah, itulah manfaat-manfaat jomblo yang bisa kita rasakan sendiri. Jadi sebenarnya memang gak ada yang salah dengan status jomblo. Lagian nanti kalau mati yang ditanya, ‘siapa Tuhanmu?’ bukan ‘siapa pacarmu?’.

Zona Jomblo:Jomblo Dalam Islam




Single atau Jomblo juga tidak selamanya menyedihkan, bahkan dengan menjomblo kita meningkatkan kualitas hidup kita dan nyatanya hidup menjomblo pun mampu membawa kesehatan, diantaranya: 
Ketika seseorang berpacaran pasti ada saja masalah yang menghampiri dan akhirnya masalah tersebut berujung menjadi pertengkaran, tanpa disadari pertengkaran tersebut dapat membuat seseorang menjadi stress. Maka stress inilah yang dapat memicu berbagai macam penyakit muncul didalam tubuh. 
Keuntungan lainnya ketika sedang jomblo kita memiliki banyak waktu untuk berintrospeksi diri dan memahami diri sendiri, dan tentu saja hal ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri.
Disaat kita menjomblo kita juga akan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk merawat diri dan kesehatan diri. 
Manfaat lainnya ketika menjomblo kita dapat melakukan banyak hal yang mengasyikkan seperti berkumpul dengan teman-teman dan tak ada seorang pun yang mengatur hidup kita. 
Sedangkan mereka yang berpacaran, kehidupan sosialnya biasanya akan terganggu hal ini dikarenakan ia harus mengutamakan pasangannya terlebih dahulu, padahal selain pasangan kita juga masih membutuhkan bersosialisasi dengan orang lain, baik teman maupun keluarga. 
Mereka yang berpacaran juga akan lebih dipusingkan dengan berbagai hal yang berhungungan dengan masalah dalam berpacaran. 
Itulah manfaat jomblo untuk kesehatan, meskipun jomblo memberi manfaat bagi kesehatan kita jangan sampai hal tersebut membuat kita betah untuk menjomblo hingga enggan untuk menikah, karena beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa menikah lebih banyak memiliki keutamaan dan manfaat bagi kita, dan dalam Islam menikah dapat dijadian sebagai benteng atau pelindung bagi kaum muslimin  dari zina. 
Selain itu fitrah manusia memang harus menikah, kita pun harus pintar menentuka pasangan, waktu serta saat yang tepat untuk menikah. 
Caranya pun harus tepat, sesuai dengan syariat Islam yakni dengan melakukan ta'aruf kemudian dilanjutkan dengan menikah, bahkan Rasululla Shalallahu 'alaihi wasalam melarang kaum muslimin untuk membujang atau tidak menikah dalam hidupnya. 
Orang-orang yang sengaja tidak mau menikah atau benci sunnah menikah maka ia bukan umat Nabi Muhammad SAW. 
Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

اَلنِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِي فَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي، وَتَزَوَّجُوْا، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ، وَمَنْ كَانَ ذَا طَوْلٍ فَلْيَنْكِحْ، وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَيْهِ بِالصِّيَامِ فَإِنَّ الصَّوْمَ لَهُ وِجَاءٌ.

"Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat)". (HR. Ibnu Majah)

Sumber:
Berita Islami Masa Kini, Transtv 
http://almanhaj.or.id